Bagian II : Tata Cara Simulasi Pemilu Akses Bagi Pemilih Penyandang Disabilitas.

Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Tahap Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Tahap Simulasi Pemungutan Suara :

  • Tepat pukul 07.00 pagi  , Ketua KPPS mulai melakukan kegiatan pemungutan suara.
  • Ketua KPPS, menyatakan sudah pukul 7.00 wib, pemungutan suara segera akan dimulai, lalu kotak suara yang masih terkunci akan dibuka di saksikan oleh semua petugas KPPS dan pemilih yang telah hadir. Semua perlengkapan pemilu yang terdapat didalam kotak suara akan dikeluarkan, lalu dihitung dan mencatat jumlahnya. Perlengkapan pemilu yang terdapat dalam kotak suara akan ditempatkan sesuai dengan peruntukkannya. Ketua KPPS menjelasakan tata cara  pemungutan suara, termasuk juga menjelasakan tentang adanya alat bantu coblos bagi pemilih tunanetra, tata cara penggunaan templete dan kebebasan bagi pemilih penyandang disabilitas untuk memilih pendamping, yang akan membantu mereka selama di TPS dan  ke bilik suara.
  • Setiap  anggota KPPS diminta untuk menempati posisinya sesuai dengan tugasnya.
  • Pemilih yang telah hadir dapat mendaftarkan diri kepada petugas KPPS bagian pecatat, dengan menyerahkan undangan memilih yang didiperoleh pemilih beberapa hari sebelum hari pemungutan suara.
  • Setelah nama pemilih   dicatat oleh  petugas KPPS ,  selanjutnya pemilih   diminta duduk dalam bangku antrian untuk selanjutnya akan  dipanggil oleh  petugas KPPS berikutnya.
  • Ketua KPPS akan memanggil pemilih secara bergilir sesuai dengan nomor antrian. Petugas KPPS akan menyerahkan surat suara dan alat bantu coblos bilamana pemilihnya penyandang tunanetra. Ketua KPPS dapat mempersilahkan pemilih penyandang disabilitas untuk memberikan suara terlebih dahulu setelah meminta persetujuan dari orang yang  terlebih dahulu masuk  antrian.
  • Setelah menerima surat suara, pemilih akan masuk ke bilik suara membuka suarat suara, lalu mencoblos surat suara dimeja bilik  suara sesuai pilihannya, kemudian melipatnya kembali. Selama di TPS atau saat menuju bilik suara pemilih penyandang disabilitas dapat secara bebas memilih orang yang dapat membantu/mendampinginya.
  • Pemilih selanjutnya memasukkan surat suara yang terlipat ke kotak suara, lalu menuju ke meja tinta, untuk memberikan tanda disalah satu jari pemilih sebagi bukti bahwa pemilih telah memilih.
  • Setelah penandaan jari berarti pemilih sudah melakukan pemungutan suara.

 

Tahap Simulasi Penghitungan Suara :

  • Tepat pukul 13.00 wib, dan semua pemilih sudah melakukan pemungutan suara, maka pemungutan suara dianggap selesai dan selanjutnya dilakukan penghitungan suara.
  • Ketua KPPS disaksikan oleh anggota KPPS lain dan pemilih yang masih hadir akan membuka kotak suara dan melakukan penghitungan suara, sambil memperlihatkan surat suara yang  sah dan  yang  tidak  sah.
  • Petugas lain kemudian mencatat di papan tulis tentang perolehan suara yang didapat oleh masing- masing partai/ kandidat.
  • Petugas KPPS selanjutnya menghitung peroleh suara dan mengumumkan perolehan suara masing- masing kandidat.

 

Sumber by : KPU Republik Indonesia

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup