Ferry: Pemilu Bukan Menghamburkan Uang, Tetapi Investasi

20150611_081156_pemilu indonsia kotak suara

Kamis 11-06-2015 23:10:00 BERITA

Biaya yang dianggarkan untuk menyelenggarakan pemilu merupakan hal yang wajar karena demokrasi membutuhkan uang. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai biaya yang dikeluarkan untuk pemilu harus dipandang sebagai investasi untuk memilih pemimpin secara demokrastis untuk mencapai kesejateraan masyarakat.

“Kalau tidak melibatkan uang, kita kembali saja ke masa otoriter. Sehingga dalam demokrasi, wajar dianggarkan untuk kontestasi ini,” kata Ferry dalam Diskusi Review Undang-undang Pilkada Implementasi dan Potensi Konflik di Kantor KPU Kabupaten Bogor (10/6).

Menurut Ferry, demokrasi, pemilu dan kesejateraan memiliki hubungan yang timbak balik. Demokrasi memiliki tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dijembatani lewat pemilu. “Demokrasi, pemilu, kesejahteraan saling timbal balik. Ini yang disebut investasi politik, jangan dianggap menghamburkan uang,” kata Ferry.

Namun untuk mencapai kesejahteraan lewat pemilu, dibutuhkan pasrtisipasi masyarakat mengawal proses pemilu dan demokrasi. Minimal, masyarakat harus memahami hak dan kewajibannya dalam pemilu. Sehingga masyarakat menyadari pemilu sebagai proses penting yang melahirkan pemimpin.

Ferry juga mengatakan masyarakat harus bisa melihat apakah biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk pemilu bisa dikembalikan pemimpin terpilih melalui pendapatan daerah yang dihasilkan selama masa kepemimpinanya. Hal ini bisa juga menjadi bagan evaluasi bagi masyarakat untuk menilai kinerja kepala daerahnya. [Debora]

sumber: http://www.rumahpemilu.org/in/read/9120/Ferry-Pemilu-Bukan-Menghamburkan-Uang-Tetapi-Investasi

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup