Integritas Husni dan Kesuksesan Penyelenggaraan Pemilu

 

Ketua-KPU-Pusat-Husni-Kamil-Manik

Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik

Oleh: Agus Salam Nasution*

 

Kamis 7 Juli 2016 ditengah suka ria perayaan Idul Fitri 1437 H. demokrasi Indonesia berduka, hari itu bangsa Indonesia harus melepas kepergian Husni Kamil Manik**, Ketua KPU RI menghadap penciptanya. Sang Bintang Penegak Demokrasi itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Sejumlah tokoh nasional nampak hadir melepas kepergian Almarhum, diantaranya nampak mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Ketau Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jumly Asshiddiqie, Mantan Kapolri Badridin Haiti, Ketua Bawaslu Muhammad, Menteri Pendidikan Anies Baswedan, dan sejumlah politisi nasional dari berbagai partai politik seperti, Al-Muzmmil Yusuf, Lukman Hakim Syaifuddin, Hatta Radjasa, Hidayat Nurwahid dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Alm. Husni Kamil Manik memang diakui banyak pihak sebagai pemimpin muda yang sederhana, pembawaannya tenang, bertangan dingin dan hampir tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikannya dengan baik. SBY berujar “Husni merupakan pribadi yang baik, tenang dan cakap dalam memimpin. Ia tegar dan tidak tergoyahkan  oleh berbagai terkanan yang datang. Ia betul-betul bersikap independen, netral dan tidak berpihak”. Dilain tempat Jokowi mengungkapkan keperibadian Husni sebagai pekerja keras, berdedikasi tinggi dalam tugas, sederhana dan memiliki integritas yang tinggi”.

Penulis sendiri pertama kali mendengar nama Husni Kamil Manik pada sekitar tahun 2012 sesaat setelah beliau terpilih sebagai Anggota KPU RI dan kemudian terpilih menjadi Ketua KPU RI. Ketika itu penulis lagi duduk-duduk di Kantin Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Sumatera Utara bersama dengan beberapa rekan kerja di Program Pembangunan Infrastrukur Perdesaan (PPIP). Diantara rekan kerja penulis yang ikut duduk di kantin itu dan bercerita tentang sosk Husni adalah Arfanuddin Manik yang merupakan abang kandung dari Husni Kamil Manik serta Syamsuddin Siregar yang merupakan teman satu kos Husni Kamil Manik ketika kuliah di Universitas Andalas Padang. Obrolan tentang sosok Husni ketika itu berawal dari pernyataan Sdr. Arfanuddin Manik yang mengatakan bahwa beliau ingin berangkat ke Jakrta menghadiri pelantikan adiknya sebagai Anggota KPU RI. Disaat itulah Syamsuddin Siregar menceritakan kepada penulis tentang sosok Husni yang ia kenal ketika kuliah di Padang.

Pernyataan Sdr. Syamsuddin tentang Husni Kamil Manik yang paling penulis ingat ketika itu adalah bahwa ia menyaksikan Husni ketika kuliah di Padang merupakan orang yang sangat rajin beribadah. “Kedekatan saya dengan Husni adalah kami satu rumah kos ketika kuliah di Padang. Saya juga ikut aktif mengorganisir teman-teman mahasiswa Andalas asal Sumatera Utara  untuk mensukseskan Husni terpilih menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Andalas. Selama bergaul dengan beliau saya menyaksikan bahwa Husni ketika itu adalah ososk mahasiswa yang tak pernah meninggalkan sholat sunat dhuha. Saya yakin terpilihnya beliau menjadi Anggota KPU RI ini salah satunya adalah berkah dari sholat dhuha tersebut”, ujar Syamsuddin menggambarkan tentang sosok Ketua KPU RI yang baru terpilih itu. Memang dari segi ajaran agama, keberkahan Sholat dhuha diyakini dapat memperlancar urusan seseorang yang rutin mengamalkannya dan dapat menjauhkan manusia dari kemiskinan.

Selanjutnya pertemuan penulis yang pertama dengan Husni adalah di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PWNU Sumut). Ketika itu masih tahun 2012 PW NU Sumut mengadakan acara syukuran atas terpilihnya Husni Kamil Manik menjadi Ketua KPU RI. Sebagai salah seorang Wakil Ketua di PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumut ketika itu penulis juga diundang menghadiri acara syukuran tersebut. Disaat itulah penulis pertamakali melihat langsung sosok Sosok Husni Kamil Manik bahkan berkesempatan berfoto bersama dengan beliau. Melihat sosoknya dan mendengar pidatonya ketika itu tergambar dalam fikiran penulis bahwa beliau adalah orang yang santun, rendah hati, tenang, murah senyum  dan memiliki komitmen yang kuat untuk membawa lembaga KPU ke arah yang lebih baik dan berintegritas.

Sejak tahun 2013 setelah penulis terpilih menjadi Anggota dan Ketua KPU Kab. Mandailing Natal, penulis mulai sering berjumpa dengan Husni dalam kegiatan-kegiatan KPU baik di Jakarta maupun di Medan. Selama berada dibawah kepemimpinan Husni, penulis merasakan betapa kuat komitmen Husni menjaga integritas lembaga KPU. Dalam berbagai kesempatan sosok Husni yang rajin beribadah itu selalu menyampaikan betapa pentingnya para penyelenggara pemilu menjaga integritasnya karena tanpa integritas maka para penyelenggara pemilu akan selalu dicurigai bahkan tanpa integritas maka hasil pemilupun tidak akan dipercaya oleh rakyat. Husni selalu menekankan pentingnya KPU menjadi lembaga yang terbuka dan transparan, bersikap adil serta menjaga jarak yang sama dengan seluruh peserta pemilu.

Penulis juga menyaksikan kepemimpinan Husni yang tenang, tegas dan tanpa beban keberpihakan. Husni mampu bersikap adil terhadap siapa saja, contoh paling kecil adalah ketika rekrutmen KPU tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, penulis menyaksikan banyak kawan-kawan dekat Husni yang ikut mendaftar menjadi Anggota KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota yang pada akhirnya tidak menang. Kalaulah Husni tidak bersikap adil dan tidak menjaga integritas tentu sebagai pimpinan tertinggi KPU mudah baginya untuk memenangkan kawan-kawan dekatnya.

Husni adalah sosok yang sangat rajin beribadah, saat rekapitulasi suara Pemilu 2014 di KPU RI yang ketika itu bertepatan dalam bulan Ramadan, dimana pelaksanaan rekapitulasi berlangsung berhari-hari sampai larut malam, seorang teman dekatnya bercerita  kepada penulis bahwa ia menyaksikan walau kegiatan rekapitulasi di KPU RI sangat sibuk namun Husni selalu menyempatkan diri untuk menjalankan ibadah shalat taraweh. Ia tidak mau urusan akhiratnya terabaikan hanya karena alasan kesibukan dunia. Dalam satu kesempatan buka puasa bersama di KPU RI, Husni mengatakan bahwa “ibadah dan integritas memiliki hubungan yang sangat erat, bahkan jika dua hal itu dikombinasikan maka akan menghasilkan output, yakni kesuksesan.” Ia mencontohkan bahwa ibadah puasa itu mengajarkan kepada manusia untuk disiplin, hanya Tuhan dan diri kita yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa, puasa melatih diri kita untuk berlaku jujur dan menjaga integritas, maka setelah Ramadhan berlalu kejujuran itu harus tetap kita pelihara dalam diri kita. Sama halnya dengan ibadah puasa yang hanya kita dan tuhan yang tahu, maka dalam bekerja pun kita harus benar-benar menjaga integritas, jika tidak tentu bisa tergelincir.

Penulis berfikir, mungkin ibadah dan integritas itulah yang menjadi kunci kesuksesan Husni Kamil Manik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu. Betapa tidak, Husni dalam usianya yang masih belum genap 37 (tiga puluh tujuh) tahun pada tahun 2012 telah terpilih menjadi pemimpin lembaga negara. Usia 37 tahun untuk ukuran sekelas pemimpin lembaga negara di Indonesia bisa dikategorikan sebagai usia yang masih sangat muda, bahkan ketika itu beliaulah pemimpin lembaga negara paling muda di Indonesia. Kendati Husni memimpin lembaga negara (KPU) dalam usia yang masih sangat muda, namun kepemimpinannya di KPU tergolong sangat sukses, terbukti dibawah kepemimpinannya KPU mampu melaksanakan Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak 2015 dengan sangat sukses, bahkan dunia internasional banyak memuji keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Pemilu dibawah kepemimpinan Husni Kamil Manik. KPU dibawah kepemimpinan Husni melahirkan banyak inovasi yang tak hanya jadi contoh bagi kementerian dan lembaga pemerintah di dalam negeri, tapi juga jadi inspirasi untuk penyelenggaraan pemilu di Kancah Internasional.

Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyebutkan prestasi KPU dibawah kepemimpinan Husni Kamil Manik dalam menyelenggarakan pemilu telah membuat KPU menjadi tolok ukur bagi penyelenggara pemilu di negara lain. Menurut Titi “Di dunia, KPU RI telah menjadi semacam benchmark penyelenggara pemilu, baik di tingkat regional maupun internasional,” semasa kepemimpinan Husni, KPU menjadi lembaga yang cukup dipercaya publik. KPU identik sebagai fasilitator pemilu yang netral dan tidak memperlihatkan keberpihakan. Husni dalam menyelenggarakan Pemilu Presiden 2014 telah mengukir sejarah demokrasi di Indonesia, berupa terciptanya ruang partisipasi publik. Bahkan menurut Direktur Eksekutif Perludem tersebut Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak 2015 yang dilaksanakan dibawah kepemimpinan Husni bisa disebut sebagai pemilu paling terbuka dan transparan dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia.

Kesuksesan penyelenggaran Pemilu Indonesia dibawah kepemimpinan Husni betul-betul menjadi tauladan bagi negara demokrasi dunia. Setidaknya hal itu diakui oleh Ketua Asian Network for Free Election (Anfrel), Damaso G Magbual. Magbual mengapresiasi transpransi proses dan hasil pemilu di Indonesia. Langkah tersebut, kata dia, telah menginspirasi negara-negara di dunia untuk melakukan hal serupa.
“Indonesia telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya. KPU RI telah memublikasikan seluruh hasil pemilu kepada publik. Transparansi dalam pemilu adalah sangat esensial sehingga publik bisa menerima hasil pemilu. Anda telah mempromosikan pemilu transparan kepada dunia,” kata Magbual. Bahkan Mantan ketua KPU India, Quiraishi, menyampaikan kekagumannya kepada Indonesia. Menurut dia, keberhasilan Indonesia menyelenggarakan pemilu transparan dan demokratis kian mengukuhkan Indonesia sebagai negara demokrasi Muslim terbesar. Dengan begitu, dia menilai Indonesia patut menjadi contoh. “Anda adalah model demokrasi di negara Muslim,” kata Quraishi saat acara penutupan forum AESF III di Denpasar, Bali, Rabu (24/8).

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, Kesuksesan dan Keberhasilan Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia tidak terlepas dari kepemimpinan Husni Kamil Manik, Menurut Masykurudin, Husni telah menunjukkan jiwa kepemimpinannya. Kemandirian, soliditas dan keterbukaannya, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tahapan Pemilu. “Dunia perlu tahu integritas KPU menjadi kunci kualitas penyelenggaraan Pemilu. Jadi, negara-negara lain bisa mempelajari itu” sebut Masykurudin.

Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa Husni merupakan sosok yang sangat cemerlang dalam memimpin. “Almarhum masih muda mempunyai prestasi yang cemerlang dan sangat berhasil memimpin KPU RI,” Jimly menuturkan, Husni yang dia kenal adalah sosok yang sangat sabar, tenang, rasional dan komunikatif setiap kali menyikapi persoalan. Sikap itu, kata Jimly, membuat semua proses pelaksanaan tugas berjalan lancar karena selalu ditemukan solusi atas setiap masalah yang dihadapi.  “Dalam bekerja, almarhum saya nilai bertangan dingin,” Jimly mengatakan, dedikasi almarhum Husni serta rekan anggota KPU lainnya sangat berarti bagi kemajuan sistem demokrasi yang tengah dibangun oleh bangsa Indonesia.

Memang sejarah mencatat bahwa dibawah kepemimpinan Husni, pada tahun 2015 KPU menjadi salah satu lembaga negara yang paling transparan diatas KPK dan dibawah PPATK. Untuk pertama sekali pada Pemilu 2014, formulir hasil perhitungan suara di TPS yang berupa C1 diunggah ke internet segera setelah penghitungan suara di TPS selesai, gunanya supaya masyarakat bisa segera mengetahui dan memantau hasil pemilu agar tidak ada orang yang bisa melakukan manipulasi suara ketika perjalanan rekapitulasi dari desa ke-kecamatan, dari kecamatan ke provinsi sampai ke Pusat.

Pengunggahan C1 ke internet tersebut dan adalah salah satu terobosan penting yang dilakukan KPU dibawah kepemimpinan Husni Kamil manik. Pemampangan c1 di internet itu telah menjadikan KPU betul-betul menjaga hasil pemilu, karena setelah dipampangkan di internet, maka siapapun juga bisa melihat hasil penghitungan suara dari setiap TPS sehingga tidak adalagi orang yang bisa mengutak-atik hasil penghitungan suara.

Memimpin KPU tidaklah mudah, banyak masalah yang harus dihadapi karena kita menghadapi persaingan perebutan jabatan politik, namun Husni dengan kepemimpinannya yang tenang bisa menyelesaikan semua masalah itu, bahkan berhasil membawa demokrasi Indonesia menjadi contoh bagi dunia Internasional. Selama memimpin KPU banyak prestasi dan penghargaan yang diterima oleh Husni diantaranya adalah Anugerah “Democracy Award” dari Portal Berita Rakyat Online 2013, Penghargaan Tokoh Publik Pilihan Serikat Perusahaan Pers (SPS) 2014, Penghargaan Icon Pemilu 2014 dari majalah Gatra, Penghargaan Best Individual Achiever Minister in 100 day, dan paling penomenal Husni dianugerahi Bintang Tanda Jasa “Penegak Demokrasi Utama” dari Pemerintah RI pada Agustus 2015.

Kini Sang Bintang Penegak Demokrasi itu telah tiada, kita berharap bahwa KPU yang sekarang bisa tetap menauladani kepemimpinan Husni Kamil Manik. Apalagi saat ini tengah berlangsung perekrutan anggota KPU RI untuk periode 2017-2022, kita berharap Anggota KPU RI yang terpilih nantinya bisa melanjutkan terobosan-terobosan yang telah dibuat oleh Alm. Husni, bahkan bisa membawa KPU dan penyelenggaraan pemilu Indonesia semakin baik lagi. Dan untuk mencapai cita-cita itu semua, kuncinya adalah Ibadah dan Integritas.

Selamat bertemu dengan Tuhanmu wahai Sang Bintang Penegak Demokrasi. Kami semua menjadi saksi bahwa anda adalah orang yang baik, berintegritas dan rajin beribadah.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ,  ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ,  فَادْخُلِي فِي عِبَادِي , وَادْخُلِي جَنَّتِي,

Wahai  jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (Q.S al-Fajr [89]: 27-30).

 

 

 

Panyabungan, 11 Oktober 2016

*Penulis adalah Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal.

**Tulisan ini dipersembahkan untuk  mengenang 100 hari meninggalnya Almarhum Husni Kamil Manik.

———======————

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup