KPU Madina Gelar Raker II Penataan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019

Raker II Pengumpulan DIM Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019, Aula Hotel Rindang-Panyabungan, Kamis (28/12)

 

KPU Madina – Panyabungan 

Usai pelaksanaan rapat kerja (Raker) I beberapa minggu lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) kembali menggelar Raker II yang berlangsung di Aula Hotel Rindang, Dalan Lidang-Panyabungan, Kamis (28/12).

Raker dilaksanakan dalam rangka pengumpulan daftar inventarisasi masalah (DIM) penataan daerah pemilihan (Dapil) dan penghitungan alokasi kursi jelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang.

Hadir pada kesempatan itu Ketua dan Anggota KPU Madina beserta jajaran Sekretariat KPU Madina, Komisioner Panwaslih Kabupaten Madina, Joko Arif Budiono, Pimpinan beserta Petugas Penghubung Partai Politik (Parpol) se-Kabupaten Madina dan juga unsur Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu, hadir juga perwakilan Dandim 0212/TS, Misran Dalimunthe, dari Kepolisian Resosrt Madina dihadiri Kanit I Sat Intelkam, Gadumbang Pulungan, perwakilan Kejaksaan Negeri Madina, Abdul Somad, Koramil Panyabungan dan perwakilan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Madina.

Ketua KPU Madina, Agus Salam, pada pembukaan acara mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta rapat. Dia menyebut, pada Raker I, peserta rapat terdiri dari unsur pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Ada dari Badan Kesbangpol, Disdukcapil, BPS, dan Bagian Tata Pemerintahan. Disamping itu hadir juga tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, tokoh pers dan tokoh pemuda.

“Namun pada Raker II ini peserta yang diundang adalah unsur Muspida atau Forkopimda dan Pimpinan Parpol dengan tujuan untuk menyerap aspirasi atau pendapat masyarakat dari peserta Pemilu yang dalam hal ini adalah partai politik dan Pemerintah Daerah tentang bagaimana baik dan idealnya Dapil untuk Pemilu tahun 2019,” ujar Agus Salam.

Dijelaskannya, ada tujuh prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam pembentukan atau penataan daerah pemilihan, dan ketujuh prinsip itu nantinya menjadi patokan dalam penataan Dapil dan alokasi kursi.

Ketujuh prinsip itu antara lain, kesetaraan nilai suara, ketaatan pasa sistem Pemilu proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada pada cakupan wilayah yang sama atau coterminous, kohesivitas, dan kesinambungan. Inilah tujuh prinsip yang harus dijadikan acuan dalam penataan Dapil.

“Nah, rapat kerja kita hari ini adalah untuk melihat bagaimana pendapat peserta bapak/ibu sekalian terhadap Dapil sebelumnya atau bagaimana aspirasi bapak/ibu untuk Dapil pada Pemilu tahun 2019 mendatang. Apakah Dapil pada Pemilu sebelumnya sudah ideal, atau karena perkembangan zaman, Dapil tersebut dianggap sudah sesuai dengan ketujuh prinsip-prinsip di atas,” jelas Agus Salam.

Seterusnya Agus Salam menambahkan, pada raker tersebut juga ingin melihat bagaimana aspirasi Pemuda. Artinya, diharapkan bahwa sesungguhnya Dapil tersebut dibentuk dan ditata bukan hanya untuk kepentingan elit terutama Partai Politik.

“Akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Dapil yang kita bentuk itu memang mencerminkan aspirasi masyarakat. Mengapa? Karena penataan Dapil ini, bagi masyarakat akan sangat berkaitan dengan akuntabilitas perwakilan rakyat di DPR. Dapil itu memperjelas bagaimana hubungan pemilih dengan wakilnya yang terpilih,” jelasnya.

Menurutnya, pasca Pemilu pun, pemilih akan memiliki hubungan keterkaitan dengan wakil rakyat terpilih, sehingga dapat menyampaikan aspirasinya dan dapat mengontrol kinerja wakil rakyat terpilih dari daerah pemilihannya.

“Sedangkan bagi Partai Politik penataan Dapil ini sangat menentukan karena penataan Dapil dapat berpengaruh terhadap perolehan kursi dan mungkin akan sangat berpengaruh terhadap perolehan suara Partai Politik. Semoga Raker ini berjalan dengan sukses,” tandas Agus Salam seraya membuka Raker II secara resmi. (PPID/KPU Madina).

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup