KPU Madina Selenggarakan Bimtek PPK

Anggota KPU Sumut Divisi Anggaran, Logistik, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Nazir Salim Manik, S.Sos.,MSP (tiga dari kiri) memberikan arahan kepada peserta Bimtek PPK se-Madina didampingi Anggota KPU Madina di Aula Hotel Rindang-PanyabunganAnggota KPU Sumut Divisi Anggaran, Logistik, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Nazir Salim Manik, S.Sos.,MSP (tiga dari kiri) memberikan arahan kepada peserta Bimtek PPK se-Madina didampingi Anggota KPU Madina di Aula Hotel Rindang-Panyabungan, Jum’at (12/6). (Foto dok.KPU Madina)

KPUMadina-Panyabungan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) bagi Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Madina untuk penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal tahun 2015. Bimtek dilaksanakan selama 2 (dua) hari, Kamis-Jum’at (11-12/6) di Aula Hotel Rindang Panyabungan.

Pada hari pertama menjelang Zuhur, bimtek tersebut hanya dihadiri oleh 3 (tiga) Anggota KPU Madina masing-masing Koordinator Divisi Anggaran, Logistik, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Asrizal Lubis, S.Th.I, Anggota KPU Madina Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, Fadhillah Syarief, SH, dan Anggota KPU Madina Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara, Akhir Mada, S.Pd.I. Acara bimtek sendiri dibuka oleh, Akhir Mada atas nama Ketua berhubung Ketua KPU Madina, Agus Salam, S.H.I pada waktu dilaksanakannya Pembukaan Acara Bimtek sedang dalam perjalanan menuju Madina setelah sehari sebelumnya menghadiri pelantikan Sekretaris KPU Madina di Medan.

Dalam sambutannya, Akhir menghimbau kepada PPK agar memahami dan menjalankan Undang-undang dan Peraturan-peraturan yang terkait dengan penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Mandailing Natal tahun 2015. Disampaikannya juga, sebagai tindak lanjut dalam bimtek ini, PPK juga diharapkan untuk melaksanakan bimtek bagi PPS di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kita sebagai penyelenggara dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati yang akan digelar Desember 2015 mendatang, bukan hanya sebagai pelaksana teknis saja. Tetapi kita merupakan salah satu mata rantai informasi kepada masyarakat dalam kepemiluan. Untuk itu bagi PPK dan PPS nantinya dapat juga melayani masyarakat dengan informasi yang baik dan akurat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Madina.” Ujarnya.

Menjelang sore pukul 13.45 WIB, Ketua KPU Madina tiba di lokasi diselenggarakannya bimtek PPK.  Agus Salam pun langsung memaparkan materi bimtek kepada seluruh PPK yang hadir. Dalam materinya, Agus memaparkan materi berupa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung dan serentak Tahun 2015.

Bimtek yang sebelumnya hanya dihadiri 4 (empat) Anggota KPU Madina, pada hari kedua, Jum’at (12/6) bimtek PPK ini dihadiri seluruh Anggota KPU Madina termasuk Koordinator Divisi Sosialisasi, Data, dan Informasi, Mas Kahirani, S.S yang pada hari pertama tidak bisa hadir berhubung sedang mengikuti bimtek seputar Pemutakhiran Data Pemilih di Jakarta, juga Anggota KPU Sumut Divisi Anggaran, Logistik, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Nazir Salim Manik, S.Sos.,MSP. Dengan hadirnya seluruh Anggota KPU Madina tersebut, maka seluruh materi dapat disampaikan kepada seluruh peserta bimtek tersebut.

Agus Salam, dengan materi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung dan serentak Tahun 2015, Akhir Mada memberikan bimbingan tentang verifikasi bakal calon perseorangan dan penelitian dukungan pasangan calon perseorangan, Asrizal Lubis memaparkan materi tentang tata kerja PPK dan PPS, Fadhillah Syarief memberikan bimbingan tentang kode etik penyelenggara pemilu, dan acara bimtek diakhiri oleh Mas Khairani dengan materi pemutakhiran data pemilih.

Acara bimtek sesi terakhir diisi oleh Nazir Salim Manik. Dalam arahannya, Nazir menyebutkan bahwa tidak ada kasta dalam penyelenggaraan pemilu. Mulai dari tingkat KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS bahkan sampai ke tingkat KPPS semua adalah sama sebagai penyelenggara. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bekerja dalam mensukseskan penyelenggaraan Pemilu.

“Tidak ada NU, Muhammadiyah, dan Aswaliyah, atau embel-embel apapun namanya. Kita semua sama sebagai penyelenggara. Dan kita wajib menyelenggarakan pemilu tanpa memandang siapa, darimana asal-usulnya dan sebagainya. Kita mempunyai tanggung jawab yang sama. Kalau KPPS bermasalah, maka PPS-nya lah yang salah, kalau PPS bermasalah, maka PPK-lah yang salah begitu seterusnya sampai ke tingkat KPU. Untuk itu, bekerjalah sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan-peraturan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Pemilu. Dan kita semua sama di bawah naungan Peraturan yang sama juga. Bukan berdasarkan agama, ras, suku, atau golongan apapun.” Tegasnya.

Disampaikannya juga, PPK  dan PPS supaya menjalankan seluruh tahapan pemilu sesuai dengan peraturan dengan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok serta menjunjuyng tinggi keterbukaan informasi pubik kepada masyarakat terkait Pemilu. Dia juga menghimbau, kalau tidak siap menciptakan demokrasi, lebih baik mundur dari sekarang sebagai penyelenggara daripada merusak tatanan demokrasi.

Di akhir arahannya, nazir mengingatkan agar seluruh PPK untuk lebih sering turun ke desa-desa yang bersangkutan untuk memonitoring persiapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati di Madina tahun 2015.

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.