Pemilu Berkualitas

Anggota KPU Madina Divisi SDM dan Parmas, Akhir Mada

Anggota KPU Madina Divisi SDM dan Parmas, Akhir Mada

 

KPU Madina – Panyabungan

Ada tiga lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersifat nasional, tetap dan mandiri, lembaga ini dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Pemilu yang dilaksanakan setiap 5(lima) tahun sekali. Sebagai fungsi pengawasan, maka KPU didampingi lembaga pengawas yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yaitu lembaga yang menyelesaikan pelanggaran kode etik terhadap penyelenggara Pemilu atas dasar rekomendasi Bawaslu.

Komponen lainnya adalah masyarakat sebagai peserta Pemilu, bahwa masyarakat terdiri dari perseorangan atau warga negara Indonesia pemegang kedaulatan rakyat yang dapat membina kehidupan yang lebih baik yaitu aman tentram dalam kehidupan yang sejahtera. Selanjutnya adalah partai politik yang merupakan wadah dimana warga negara dapat menyalurkan aspirasinya atau dapat mencalonkan dirinya menjadi wakil rakyat atau menjadi kepala daerah yang sah berdasarkan azas kedaulatan rakyat.

Tiga komponen ini yaitu pemerintah, masyarakat dan partai-partai politik merupakan stake holder, yakni sasaran atau target yang harus dikoordinasikan oleh KPU agar tercapai suatu Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Oleh sebab itu menciptakan Pemilu berkualitas harus dimulai dari penyelenggaranya dulu yaitu KPU dan Bawaslu , lalu menciptakan koordinasi yang intensif terkaitpelaksanaan yang tertib dan efisien dengan memanfaatkan SDM, logistik, serta akuntabilitasnya.

Pemilu, baik dewan perwakilan rakyat, presiden maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar secara langsung dan serentak meniscayakan sebuah perhelatan yang cukup menyita perhatian publik dan stake holder. Penyelenggaraan Pemilihan tersebut adalah bentuk negara demokrasi yang mengutamakan partisipasi publik secara langsung. Sederhananya, pemilihan langsung adalah proses menyerahan mandat dan amanat rakyat kepada wakil rakyat, maupun kepada kepada presiden dan kepala daerah.

Tentunya Pelaksanaan dengan memperhatikan aspek-aspek dan asas demokrasi akan menciptakan stabilitas dan ketenangan di suatu daerah, yang kalah akan menerima kekalahan dengan besar hati, dan yang menang merasa terhormat.  Pemilu merupakan keseluruhan proses pemberian suara kepada kontestan yang akan duduk sebagai Presiden,  lembaga Legislatif, maupun Pilkada untuk menempatkan kepala daerah.

Di negara yang menganut sistem demokrasi, pemilu menjadi instrumen yang sangat penting bagi keberlangsungan kepemimpinan di sebuah negara. Suksesnya penyelenggaraan pemilu akan berpengaruh besar terhadap kesuksesan demokrasi. Dalam konteks ini, pemilu dapat diartikan sebagai usaha untuk mempertahankan dan memperkuat sistem demokrasi yang sekarang ini sedang berjalan, terlepas dari segala kekurangannya.

Sebelum disahkannya RUU Pemilu tahun 2017 yang akan segera diketok palu, sistem pemilu yang dianut di Indonesia adalah sistem proporsional terbuka. Sistem ini dianggap sangat cocok bagi Indonesia yang memiliki banyak partai politik (multipartai). Sistem multipartai juga dianggap sebagai pilihan bagi Indonesia yang multi etnis, budaya, suku, agama dan lainnya. Sehingga sistem multipartai dilihat sangat cocok bagi masyarakat Indonesia yang heterogen.

Pemilu berkualitas setidaknya tercermin dari beberapa hal yang terkait langsung dengan proses, penyelenggaraan dan hasil pemilu. Harus dapat dipastikan bahwa seluruh tahapan yang dilakukan untuk mempersiapkan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari rekrutmen panitia penyelenggara hingga pendataan pemilih yang betul-betul berdasar pada realitas pemilih yang sebenarnya.

Jika seluruh proses dari awal berjalan dengan LUBER dan JURDIL, maka dapat dipastikan, bahwa mereka yang terpilih adalah orang-orang yang bisa memperjuangkan aspirasi, dan kepentingan masyarakat, baik untuk pemilihan legislatif maupun eksekutif.  Maka, yang perlu dilakukan untuk menciptakan pemilu berkualitas adalah, berlangsungnya penyelenggaraan pemilu yang LUBER dan JURDIL. Yaitu langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil.

Nah, KPU memiliki tanggung besar dan utama untuk kesuksesan tersebut. Sebab kredibel dan tidaknya panitia penyelenggara, akan berpengaruh besar pada elemen lain yang terlibat dalam proses pemilu termasuk stak holder itu sendiri. Bagaimana ini bisa diwujudkan? Salah satunya kuncinya adalah panitia penyelenggara yang kredibel dan akuntabel, sehingga terselenggara pemilu yang berkualitas dan transparan, tingginya partisipasi publik, serta berfungsinya seluruh lembaga yang ada.

Setidaknya, ada tiga hal yang sangat penting untuk membangun pemilu yang lebih berkualitas yaitu, transparansi, integritas dan kejujuran. Jika tiga hal ini dilaksanakan dengan baik, maka dalam setiap penyelenggaraannya, proses pemilu akan lebih berkualitas.

Untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas, tidak cukup hanya dengan kualitas dan integritas penyelenggara Pemilu/Pilkada saja. Membangun kualitas dan integritas pemilih juga merupakan suatu tantangan yang cukup berat dalam penyelenggaraan Pemilu/Pilkada. Untuk itu, penyelenggara Pemilu/Pilkada harus memberikan pendidikan kepemiluan yang cukup bagi pemilih untuk memberikan pilihan politiknya.

Di samping itu, peserta Pemilu/Pilkada (calon wakil rakyat dan kepala daerah) tidak boleh hanya sibuk mengumbar janji-janji politik yang dikemas manis pada visi-misi. Namun, para calon wakil rakyat, kepala daerah maupun partai politik harus dapat melakukan pendidikan politik bagi pemilih atau masyarakat agar menjadi pemilih cerdas.

Pemimpin yang berkualitas tentunya lahir dari proses Pemilu dan Pilkada yang berkualitas juga. Semoga di tahun 2018 dan 2019 mendatang, dimana akan dilaksanakannya Pildaka dan Pemilu serentak, menjadi tahun yang dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara tang lebih baik. Semoga..

====

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup