Perekrutan PPK: Tes Wawancara Jauh Lebih Sulit

Anggota KPU Mas Khairani sedang melakukan tes wawancara terhadap salah satu calon anggota PPK

KPUMadina-Panyabungan

Beberapa peserta menilai tes wawancara jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan tes tertulis. Salah satu faktornya adalah mereka gugup saat berhadapan dengan Tim Penguji. Hal itu disampaikan salah seorang peserta berinisial AJ usai menjalani tes wawancara calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berlangsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) pada 10-11/5 baru-baru ini.

“Pada ujian tertulis, kalau saya tidak tahu bisa saja saya meminta jawaban dari teman. Kalau tes wawancara ini, jika tidak dijawab nilainya “jeblok”. Walaupaun demikian saya berharap bisa lolos.” Terangnya.

Ditempat terpisah, salah seorang peserta berinisial AF mengatakan bahwa memang agak sulit bagi peserta untuk lolos dalam tes wawancara calon PPK apabila tidak mempersiapkan diri. Pasalnya tes ini sangat penting untuk mengetahui pengetahuan tentang kepemiluan calon, kerjasama dalam tim, penguasaan wilayah dan beberapa hal teknis lainnya”.

Menanggapi hal ini, Ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution, menyampaikan, dari awal kita sangat transparan dalam seleksi ini. Mulai dari seleksi administrasi sampai kepada tes wawancara. Kita tidak menilai apakah calon tersebut pernah menjadi PPK atau tidak. Justru ini yang akan menjadi bahan evaluasi kita.

“Kita sangat objektif dalam melakukan seleksi ini. Mereka yang terpilih berarti mampu untuk melaksanakan tugas sebagai PPK.” Pungkasnya. (Div SDI)

 

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kontras
Perbesar Hurup