Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri Kunjungi KPU Madina

Kunjungan Mahasiswa ke KPU Madina

(kiri); Kunjungan Mahasiswa Praja IPDN jurusan Politik Pemerintahan tingkat akhir, Surya Wanda Harahap dalam melakukan penelitian di KPU Madina pada 29 Januari 2016. (kanan); Kunjungan Mahasiswa Perguruan Tinggi luar negeri  yang berasal dari Beijing Business College (BBC) Unversity, Beijing-Tiongkok, Xue Song dalam melakukan penelitian di KPU Madina pada 11 Pebruari 2016. (Foto.dok: ASN/KPU Madina).

KPU Madina-Panyabungan

Dalam waktu yang hampir bersamaan, sedikitnya tiga Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta dalam dan luar negeri mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ketiga mahasiswa tersebut yakni Masnauli Lubis dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dan Surya Wanda Harahap dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumedang-Jawa Barat.

Satu hal yang sangat istimewa adalah Mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi luar negeri yakni Xue Song, yang berasal dari Beijing Business College (BBC) Unversity, Beijing-Tiongkok sebagai hasil pertukaran mahasiswa berprestasi Internasional yang dalam hal ini BBC University, Tiongkok bekerja sama dengan Universitas Paramadina-Jakarta Selatan, Indonesia.

Kunjungan ketiga Mahasiswa tersebut adalah dalam rangka melakukan penelitian terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Mandailing Natal tahun 2015 dengan topik yang berbeda-beda. Adalah Surya Wanda Harahap, merupakan Mahasiswa Praja IPDN jurusan Politik Pemerintahan tingkat akhir yang magang dan melakukan penelitian di KPU Madina selama empat hari pada 29 Januari 2016 lalu.

Dalam penelitiannya yang berjudul Peran KPU dalam Meningkatka Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Legislatif tahun 2014, Praja IPDN tersebut melakukan penelitian tentang tingkat partisipasi masyarakat dan persentase angka Golput pada penyelenggaraan Pemilihan Legislatif tahun 2014 lalu di Mandailing Natal. Surya pun bertemu dengan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program dan Data KPU Madina, Syaiful Azhar.

Syaiful menjelaskan, Pemilihan Legislatif tahun 2014 lalu merupakan kegiatan penting dalam praktek berdemokrasi di Indonesia. Pemilihan Legislatif telah menghasilkan sejumlah nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik dalam level DPR RI, DPRD Propinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, hal lain yang tidak kalah penting adalah partisipasi pemilih. Partisipasi pemilih menjadi salah satu topik yang di bahas dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan.

“Biasanya, fokus masalah yang dibahas adalah apakah partisipasi pemilih meningkat atau menurun, bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih, misalnya bagi kalangan tokoh agama, kalangan perempuan, pemilih pemula dan seterusnya,” ujarnya di Kantor KPU Madina, Kamis (28/1) lalu.

Untuk melengkapi kesempurnaan penelitianya, KPU Madina memberikan data-data pendukung terkait partisipasi pemilih kepada Praja IPDN tersebut berupa data tingkat partisipasi pemilih pada pada Pemilihan Legislatif tahun 2014, termasuk hardcopy Laporan Penelitian KPU Madina terkait Politik Uang dan Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 di Kabupaten Mandailing Natal.

Kedua, Xue Song, merupakan Mahasiswi Starata 3 (S3) Program Studi Hubungan Bisnis Internasional BBC University, Beijing-Tiongkok yang melakukan penelitian ke KPU Madina pada 11 Pebruari 2016 lalu. Mahasiswi Program Doktor yang agak fasih berbahasa Indonesia itu mengangkat sebuah Tesis dengan tema Penyelenggaraan Pilkada terhadap Perkembangan Otonomi Daerah di Kabupaten Mandailing Natal tahun 2015.

Dalam penelitiannya, mahasiswi yang menyelesaikan S2-nya di Cornell University, Amerika Serikat tersebut memerlukan sejumlah data terkait Tesis yang akan diselesaikannya berupa bahan kampanye seperti brosur, poster, umbul-umbul, spanduk, dan baliho dari masing-masing Pasangan Calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal tahun 2015 serta alat peraga sosialisasi dan alat peraga kampanye sebagai data pendukung pelengkap.

Selain itu, dalam kaitannya terhadap perkembangan otonomi daerah di Mandailing Natal, Xue Song pun melakukan wawancara dengan Ketua KPU Madina, Agus Salam dan didampingi Divisi Anggaran, Logistik dan Sumber Daya Manusia (SDM), Asrizal Lubis terkait pemerintahan, asset, jumlah penduduk, mata pencaharian, geografis, kekayaan alam, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Mandailing Natal.

Untuk melengkapi jawaban terhadap wawancara yang dilakukannya, KPU Madina pun bersedia untuk memfasilitasi mahasiswi yang tinggal di Tianjin, Tiongkok tersebut untuk mencoba menemui ketiga Pasangan Calon pada penyelenggeraan Pilkada Madina tahun 2015. Mengapa tidak Calon Terpilih saja? Xue menganggap, bahwa ketiga Pasangan Calon merupakan sama-sama calon pemimpin walaupun pada akhirnya ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih. Dengan logat bahasa Indonesia-nya yang khas, dia menyebutkan bahwa kualitas ketiga Pasangan Calon tersebut sudah layak disebut pemimpin.

Selanjutnya adalah Masnauli Lubis. Merupakan mahasiswi tingkat akhir pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di UMTS Tapanuli Selatan-Sumatera Utara. Dalam surat yang dilayangkan ke KPU Madina, Masnauli Lubis meminta bantuan terkait pengumpulan data yang akan digunakannya untuk menyusun proposal penelitian dengan judul Persepsi Masyarakat Kotanopan terhadap Terpilihnya Bupati Mandailing Natal pada Pilkada tahun 2015, kpud-madinakab.go.id pun tidak sempat untuk mengabadikan moment tersebut.

Terhadap kunjungan yang dilakukan beberapa Perguruan Tinggi tersebut, Ketua KPU Madina, Agus Salam mengaku sangat bangga. Sehingga, KPU Madina diharapkan  bisa menjadi contoh bagi KPU Daerah lainnya, khususnya di Sumatera Utara. “Kita sangat bangga. Tentu bukan KPU-nya saja, tetapi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal saya kira turut berbangga juga. Ke depannya kita berharap dapat terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya sebuah Pemilihan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerja sama semua elemen masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan di Kabupaten Mandailing Natal. “Terutama di kalangan Mahasiswa, agar mulai membangun kesadaran diri dengan berpartisipasi dalam upaya mensukseskan Pemilihan, baik itu Pemilihan Legislatif, Kepala Daerah, maupun Pilpres dimasa yang akan datang,” tandasnya. (along/jw/KPU Madina).

===@

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup