POTENSI PEMILIH PEMULA

minat pemilih pemula dalam hak pemilu

minat pemilih pemula dalam hak pemilu

 

POTENSI PEMILIH PEMULA

Pembangunan budaya politik demokrasi dari awal

Perlu dilakukan agar tercipta kultur demokrasi :

Egaliter

Menghargai perbedaan

Kesetaraan

SECARA KUANTITAS

SECARA KUALITAS

POTENSI BESAR JADI CALON PEMIMPIN

Oleh karena itu, pendidikan pemilih  (voter education) bagi pemilih pemula yang jumlahnya lebih dari 20 % pemilih di Indonesia menjadi sebuah keniscayaan.

SEJARAH MATA PELAJARAN

  • 1962, CIVICS dalam bentuk indoktrinasi politik;
  • 1968, CIVICS pendidikan kewargaan negara yang bernuansa pendidikan ilmu pengetahuan sosial;
  • 1969, PKN yang tampil dalam bentuk pengajaran konstitusi dan ketetapan MPRS;
  • 1973, PKN yang diidentikkan dengan pengajaran IPS;
  • 1975 dan 1984, PMP yang tampil menggantikan PKN dengan isi pembahasan P4;
  • 1994, PPKn sebagai penggabungan bahan kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang tampil dalam bentuk pengajaran konsep nilai yang disaripatikan dari Pancasila dan P4.

Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, semua bentuk penataran P-4 telah dibekukan, dan pada tanggal 30 April 1999 BP7 secara resmi dilikuidasià kembali pada PKN.

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Kontras
Perbesar Hurup