Wacana Status Ad Hoc KPU Kab/Kota Dapat Mengganggu Proses Pemilu

Ketua KPU RI, Arif Budiman

Ketua KPU RI, Arif Budiman (foto:jm)

 

 

KPU Madina – Panyabungan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan tidak sepakat dengan ide pansus RUU Pemilu yang mewacanakan status ad hoc kepada KPU kabupaten dan kota. Menurut Arief, wacana tersebut justru dapat mengganggu proses pemilu. Arief menuturkan, keberadaan KPU bersifat nasional. Dengan begitu, KPU harus ada di seluruh Indonesia.

“Penafsiran kami, KPU bersifat nasional dan tetap. Selain itu, beban kerja KPU bisa datang secara tiba-tiba sepanjang tahun. Lalu bagaimana jika tidak ada KPU, beban kerja akan dibebankan kepada siapa,” ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan adannya beban kerja pada saat pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR. Pada saat itu, KPU harus menyesuaikan beberapa hal terkait administrasi dan verivikasi.

Selain beban kerja, KPU juga perlu mengambil keputusan-keputusan penting sehingga keberadaan komisioner yang permanen tetap diperlukan. “Belum lagi rencana kita ke depan ingin mendesain proses pemutakhiran daftar pemilih yang berkelanjutan. Jika tidak ada komisionernya lalu bagaimana,” kata Arief.

Arief pun menyinggung masalah anggaran untuk rekruitmen jika komisioner KPU bersifat ad hoc. “Biaya rekruitmen itu tidak murah. Jika setiap pemilu kita melakukan seleksi, maka pembuat UU harus mempertimbangkan betul hal itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy, mengungkapkan usulan akan menghilangkan status permanen anggota KPU kabupaten/kota. Wacana ini terlontar atas pertimbangan pelaksanaan pemilu yang serentak. Pemilu yang serentak menyebabkan para komisioner memiliki banyak waktu yang tidak digunakan untuk bertugas. (Admin KPU Madina)

Sumber: republika.co.id

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.