Besok, KPU Madina Luncurkan Website Aksesibilitas Berbasis Suara Terlengkap Pertama di Indonesia

Ketua KPU Madina, Agus Salam (tengah) didampingi Komisioner KPU Madina menyampaikan tanggapannya pada Rapat Pleno KPU Madina terkait persiapan launching website berbasis suara yang berlangsung di Aula KPU Madina, Senin (13/3).

Ketua KPU Madina, Agus Salam (kedua kanan) didampingi Komisioner KPU Madina menyampaikan tanggapannya pada Rapat Pleno KPU Madina terkait persiapan launching website berbasis suara yang berlangsung di Aula KPU Madina, Senin (13/3).

 

 

KPU Madina – Panyabungan

Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) terus membuat kreativitas untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi Pemilu di KPU Madina. salah satu kreativitas terkini yang dibuat oleh KPU Madina adalah Website akses bagi penyandang disabilitas.

Ketua KPU Madina, Agus Salam meyampaikan, penyandang disabilitas adalah warga negara yang harus diperhatikan juga hak-haknya, termasuk hak untuk memperoleh informasi. Oleh karena itu, KPU secara berjenjang telah mulai mengubah Website-nya agar bisa diakses oleh penyandang disabilitas.

“KPU Madina telah mengubah website dari yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh masyarakat umum yang normal menjadi website yang juga dapat diakses oleh penyandang disabilitas,” ujar Agus Salam di sela-sela Rapat Pleno tentang persiapan launching Website aksesibilitas yang berlangsung di Aula KPU Madina, Senin (13/3).

Disebutkannya, perubahan dalam Website tersebut antara lain; perubahan teks alternatif pada gambar, termasuk teks alternatif pada audio dan video, dan perubahan warna. Seluruh teks juga dapat diperbesar dan diperkecil, begitu juga dengan dokumen dibuat dengan versi akses seperti word, doc, dan pdf, serta seluruh bagian laman/menu juga dapat diakses hanya dengan menggunakan papan keyboard dan yang terpenting adalah bahwa Website ini berbasis suara. Semua bagian teks, menu, fitur, dan konten yang terdapat di dalamnya bisa didengarkan suaranya, artinya pengguna/pengunjung Website ini tidak harus membaca isi Website, cukup dengan meng-klik ‘menu suara’, maka konten yang di-klik akan menimbulkan efek suara.

Sementara itu, konsultan IT KPU Madina, Muhammad Rizki Lubis menjeleskan, Website aksesibilitas versi KPU Madina ini adalah yang pertama di Indonesia. “Kita telah memeriksa banyak website dalam negeri, tapi belum ada yang berbasis suara selengkap yang dimiliki KPU Madina ini. Jadi, ini adalah website aksesibilitas berbasis suara terlengkap pertama di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Cokrun tersebut yang juga hadir saat evaluasi final persiapan launching Website aksesibilitas yang berlangsung di Aula KPU Madina.

Hadir dalam Rapat Pleno persiapan launching Website aksesibilitas tersebut seluruh Komisioner KPU Madina, Sekretaris berserta Kasubbag dan staf, perwakilan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Panyabungan-Madina.

Siswa SLB Negeri Panyabungan Rahmad Sulaiman (18, kenakan seragam sekolah) melakukan simulasi penggunaan website akses berbasis suara

Siswa SLB Negeri Panyabungan Rahmad Sulaiman (18, kenakan seragam sekolah) melakukan simulasi penggunaan website akses berbasis suara didampingi kedua gurunya, Odas (kanan) dan Merti Yumiskawati (kiri) serta Anggota KPU Madina Divisi SDM dan Parmas, Akhir Mada (berdiri).

“Pihak SLB sengaja kita undang pada hari ini untuk dimintai masukan dan tanggapannya terkait dengan website tersebut. Mereka juga kita minta untuk melakukan simulasi penggunaan website ini sebelum kita launching besok,” ujar anggota KPU madina Divisi SDM dan Parmas, Akhir Mada.

Website KPU Madina ini akan di launching besok, Selasa (14/3) di kantor KPU Madina. “Untuk acara launching ini, kita telah undang Bupati untuk hadir, Kadis Infokom Madina, Pimpinan Parpol, pihak SLB N Panyabungan dan juga perwakilan penyandang disabilitas (Panca Madina),” tutup Sekretaris KPU Madina, Mawardi Hasibuan. (ASN-KPU Madina).

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.