KPU Madina Gelar Pelatihan Jurnalistik

Anggota KPU Madina Divisi Teknis Penyelenggara, Mas Khairani (berdiri-kanan) saat menyampaikan materi pada pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Aula KPU Madina, Selasa (9/5)

Anggota KPU Madina Divisi Teknis Penyelenggara, Mas Khairani (berdiri-kanan) saat menyampaikan materi pada pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Aula KPU Madina, Selasa (9/5)

 

KPU Madina – Panyabungan

Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan memaksimalkan kemampuan menulis, Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) menggelar pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Aula KPU Madina, Selasa (9/5).

Puluhan Staf di KPU Madina turut ambil bagian pada pelatihan tersebut. Juga tidak ketinggalan Ketua KPU Madina, Agus Salam, Anggota KPU Madina Divisi SDM dan Parmas, Akhir Mada, Sekretaris KPU Madina, Mawardi dan Kasubbag Umum, Ali Gusti Nasution turut hadir dan menyaksikan jalannya pelatihan.

Bertindak sebagai Trainer pada pelatihan tersebut adalah Anggota KPU Madina Divisi Teknis Penyelenggara, Mas Khairani. Dirinya juga pernah menjabat sebagai wartawan di Harian Medan Bisnis.

Dalam pemaparannya, Mas Khairani menyampaikan dasar-dasar dan aspek penulisan berita seperti halnya pemakaian rumus 5W+1H yaitu, what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa) dan how (bagaimana).

Lebih lanjut disebutkannya, menulis bisa dimulai dengan pemilihan judul yang tepat dan mampu  “merayu” agar para pembaca berita tertarik. Kemudian memilih lead yang tepat, lalu membuat badan atau konten berita sehingga hasilnya dapat dimuat di laman KPU Madina.

Selain 5W+1H, ada unsur lain yang harus diperhatikan oleh penulis berita, yakni keakurasian. Akurasi data dan informasi dari suatu kegiatan, kejadian dan peristiwa sebelum akhirnya dikemas dalam sebuah berita hanya bisa didapatkan dengan turun langsung ke lapangan, pengamatan maupun wawancara.

“Selain itu, harus diperhatikan juga unsurnya. Lengkap, akurat, faktual, berimbang dan bijaksana. Penulisannya pun harus mengingat struktur dan skema berita. Ada kaidah paling penting, sangat penting, penting, cukup penting, dan kurang penting. Dalam dunia jurnalistik, skema ini disebut piramida terbalik,” pungkasnya.

Pada sesi akhir pelatihan, peserta melakukan simulasi dan latihan kecil dalam membuat judul dan lead berita yang bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam menulis berita. Rencananya, pelatihan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. (Admin KPU Madina).

Simpan Sebagai PDF  Simpan Sebagai Dokumen MS Word  Simpan Sebagai HTML  Simpan Sebagai Teks  Cetak Halaman

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.